Transistor IGBT CT40KM8H

Thursday, March 23rd, 2017 - Teknologi

Apakah yang dimaksud dengan IGBT?

Mungkin buat teman-teman yang sekolah/kuliah di bidang teknik elektronika Sempat mendengar yang namanya IGBT. Hanya Sempat mendengar aja, mempelajari sekilas, tanpa Sempat melihatnya langsung, memakai di praktek atau mengaplikasikan di suatu rangkaian. Seandainya ya? berarti kalian senasib dengan saya, sewaktu saya duduk di bangku Sekolah Teknik Menengah 3 tahun lalu. Mungkin di karenakan komponen ini jarang dipakai di peralatan elektronik rumah tangga seperti Radio, TV, DVD, amplifier, dll sehingga komponen ini Anemia dibahas di sekolah, toh Seandainya mau dibahas barangnya juga tak ada. Tapi Seusai saya bekerja di suatu perusahaan yang Dinamis di bidang reparasi elektronika industri (alat/mesin elektronika yang dipakai di Produsen) baru sadar betapa pentingnya
komponen ini. Sebab IGBT Yaitu komponen utama yang digunakan untuk AC drive, seperti Inverter, VSD, servo drive, vector drive, stepper drive, bahkan sebagian besar power supply switching memakai komponen ini.

Jadi disini saya mencoba untuk bagikan jelaskan apa yang dimaksud dengan IGBT. Tapi wajib saya tekankan sebelumnya bahwa saya hanya jelaskan berdasarkan pengalaman selama bekerja. Jadi mungkin tak akan sedetail seperti apa yang dijelaskan di buku elektronika. Meskipun tak menutup kemungkinan Seandainya yang dijelaskan disini tak ada di buku.
IGBT merupakan singkatan dari Insulated Gate Bipolar Transistor. Dari sini Bisa kita ketahui bahwa IGBT merupakan Disorientasi satu jenis Transistor. Bedanya dengan transistor, IGBT mempunyai impedansi input yang sangat tinggi sehingga tak membebani rangkaian pengendalinya (atau sering disebut rangkaian driver). setelah itu disisi output, IGBT mempunyai tahanan(Roff) yang sangat besar di di tak menghantar, sehingga arus bocor sangat kecil. Sebaliknya di di menghantar, tahanan pensaklaran (Ron) sangat kecil, mengakibatkan tegangan jatuh (voltage drop) lebih kecil daripada transistor di umumnya. Disamping itu, IGBT mempunyai kecepatan pensaklaran/frekuensi kerja yang lebih tinggi dibanding transistor lainnya. Oleh sebab itulah mengapa IGBT sering digunakan di drive(alat penggerak motor) yang membutuhkan arus yang besar dan beroperasi di tegangan tinggi, di karenakan mempunyai efisiensi yang lebih bagus dibanding jenis transistor lainnya.
Selain mempunyai kelebihan seperti diatas, IGBT juga mempunyai kekurangan. Diantaranya, harganya lebih mahal dibanding transistor biasa, sehingga jarang dipakai di alat elektronika rumah tangga, seperti Amplifier. Toh amplifier tak butuh komponen dengan spek setinggi itu(frekuensi kerja tinggi, sebab hanya diaplikasikan untuk audio dengan frekuensi rendah 20Hz-20kHz, tegangan kerja juga kecil, sedang untuk masalah arus bocor, tak masalah, toh yang dipakai juga tak besar sekali). Berbeda dengan drive penggerak motor listrik yang membutuhkan arus besar hingga ratusan bahkan ribuan ampere. Selain itu IGBT juga rentan rusak di di standby(tak menghantar) apabila tegangan pengendali (tegangan antara gate dengan source/emitor) hilang(=0v), maka IGBT Bisa jebol/short. Oleh sebab itu meskipun sedang tak bekerja/menghantar input/gate IGBT wajib diberi tegangan standby sekitar 2-15V tergantung spesifikasi IGBT.
Untuk jumlah kaki di dasarnya mempunyai jumlah kaki Serupa dengan transistor yakni 3. Terdiri dari gate, di transistor disebut basis, lalu drain atau sering disebut collector di transistor, dan terakhir source atau sering disebut emitor. Seperti gambar di atas, yang pertama IGBT sedang yang kedua transistor yang biasa kita temui.
IGBT mempunyai 2 type, Seandainya di transistor ada NPN dan PNP, maka di IGBT ada tipe N dan tipe P. Sebagaimana gambar dibawah.
Selain di bentuk satuan IGBT juga sering dibentuk di 1 pack berisi 2,3,6,12 biji. Sehingga memudahkan di pemasangan/tak wajib repot memasang satu per satu, serta irit tempat, di karenakan lebih kecil dibanding wajib memasang dengan cara per biji. Seperti gambar dibawah ini  
IGBT isi 12
IGBT isi 2
Lalu untuk pengecekannya bagaimana? Untuk pengecekannya Bisa kita gunakan multimeter analog. Sedikit berbeda dengan mengecek transistor, Seandainya di transistor ada 2 arah dioda, yakni antara basis terhadap emitor dan basis terhadap collector, di  IGBT tak ada. Seperti yang kita lihat di symbol paling atas, antara gate terhadap drain dan source terdapat penyekat atau insulated. Meskipun demikian, di IGBT Seandainya kita ukur pakai multimeter tetap ada arah diodanya di karenakan antara source dan drain ada dioda pengaman, apabila drain terhadap source dibolak balik short, berarti IGBT rusak. Sedang untuk mengetes kemampuan pensaklarannya(bias di transistor, peng-gate-an di IGBT) Bisa kita gunakan multimeter analog dengan Letak ohmmeter x10K. Seusai kita ketahui arah dioda antara drain dan source(forward), kita balik Letak probe(bila sebelumnya drain Bisa merah dan source Bisa hitam, kita balik drain Bisa hitam, source Bisa merah). Lalu Seandainya jarum di multimeter tak menyimpang(menunjuk nilai tak terhingga) berarti OK
. Seandainya menunjuk nilai Eksklusif coba pindahkan sebentar probe di source(merah) ke pin gate lalu kembalikan lagi ke source dengan kondisi probe satunya lagi masih menempel di pin drain, lalu lihat jarum multimeter, Seandainya menunjuk nilai tak terhingga(tak menyimpang) berarti Ok, Seandainya masih menyimpang berarti bocor. Apabila bagus coba kita tes gate, masih di Letak probe awal(Letak reverse arah dioda source-drain) kita Berpindah sebentar probe hitam di drain ke gate lalu kita kembalikan lagi ke drain dimana probe merah masih menempel di source, apabila jarum menyimpang mengarah ke 0 ohm berarti OK, dan wajib diketahui bahwa meskipun kita melepas semua probe lalu ditempelkan lagi, Letak jarum menyimpan ini akan terus bertahan. Lalu tips untuk mengembalikan ke Letak tak terhingga(mengkosongkan) dengan tips memindah sebentar probe merah di source ke gate, maka akan kita dapatkan jarum menunjuk ke nilai tak terhingga lagi.

 

Transistor IGBT CT40KM8H


Transistor type ini biasa kita temukan di rangkaian sistem lampu flash foto, kegunaannya Yaitu Bagaikan switch . Transistor ini mempunyai waktu kerja Yaitu 5000 kali pakai, makanya Seusai hingga waktunya transistor ini akan rusak. Seandainya kita perhatikan dari bentuknya Transistor ini hampir Serupa seperti transistor di umumnya, cuma Seandainya mau dilihat dari daya kerjanya ?? wow fantastis coba aja dilihat datasheetnya di :
http://html.alldatasheet.com/html-pdf/111575/RENESAS/CT40KM-8H/296/1/CT40KM-8H.html


Bagaimana tips mengetahui bahwa Transistor ini masih di kondisi bagus ??? tips pengukuran sebenarnya hampir Serupa Yaitu seperti kita mengukur transistor type Fet. Cuma ada Disparitas sedikit Yaitu batas ukur multitester mesti kita gunakan 10K nantinya akan terukur seperti kita mengukur Dioda. Pin Transistor IGBT CT40KM8H Yaitu :


1 Gate dari kiri
2 Collector tengah
3 Emitter sebelah kanan

Hubungkan prob hitam di kaki Emitter dan prob merah di kaki Collector nantinya akan kita lihat hasil pengukuran seperti kita mengukur Dioda, untuk kaki Gate Serupa sekali tak terukur. Apabila Transistor ini rusak maka akan terukur bolak-balik.

                           Mengukur komponen tanpa melepas dari pcb

banyak para tehnisi elektronik yg wajib melepas terlebh Dulu komponen yang hendak di ukur..dari pcb..wah .wah ini benar2 merepot kan bayangkan di tiap blok rangkaian tv aja ada ratusan komponen..apakah wajib di Bubut satu persatu untuk mengetahui komponen mana yang rusak? di sini akan saya berikan tips bagai mana tips mengukur nya..tips ini cuma buat yg mash awam aja buat yg uda master mhn di tambh tips yg lain.

1.mengukur resistor. untuk mengetahui resistor mana yang Frustasi atau melar tahanan nya.ambil avo meter..sebelum nya baca Dulu kode warna nya misal kan terbaca 1k baru siap kt ukur resitor tsb.tempel kan di masing2 kaki resitor tsb.skala avo10x apa apabila hasil pengukuran di bawah 1k atau pas 1k misal 900 ohm.berarti resistor Itu sudah pasti bagus.dan apa apabila hasil pengukuran di atas 1k. resistor rusak.ingat resistr tak wajib di copot.simple kan.tips pengukuran di bolak balik..

Advertisement

2.mengukur transistor. tips nya hampir Serupa cuma di sini kita wajib tau kaki B E C tempel kan pencolok avo meter hitam atau merah ke kaki B.lalu yang lain ke E dan C. lihat hasil pengukuran seberapa jauh jarum menyimpang .lalu bandingkan dengan pengukuran dgn tips di balik.apa apabila simpangan jarum tidk Serupa dgn pengukuran pertama.kemungkinan besar transistor bagus.tapi Seandainya hasil nya Serupa atau jarum mentok berarti tr rusak.jangan lupa ukur C dan E nya juga.dan ingat tak wajib melepas nya dari pcb..repot…nah apa apabila ada kejangalan di pengukuran barulah kita copot.

tips Membaca Resistor SMD

Resistor SMD bukanlah barang langka lagi, sebab di ini kita sering menemuinya. Di rangkaian handphone, DVD, MP3 player, tv, mini compo, bahkan alat elektronika industri sudah duluan menggunakannya, seperti VSD(variable speed drive) atau inverter, monitor touchpanel, PLC, servopack, power supply, termasuk alat tester semacam multimeter digital dan fluke meter. di karenakan dengan menggunakannya, rangkaian Jadi lebih simple, murah, dan efisien. Sebab selain ukuran komponennya memang lebih kecil, pemasangannya juga lebih gampang dan Bisa dipasang dual layer dengan cara berhadapan.

Sebelum lanjut ke tips pembacaan, baiknya kita ulas singkat mengenai
resistor SMD itu sendiri. SMD merupakan singkatan dari surface mounted device, yang Anemia lebih artinya komponen yang menempel di permukaan Hepotenusa solder. Berbeda dengan resistor biasa yang mempunyai kaki dimana komponen berada disisi sebaliknya dari bidang solder, hanya kakinya aja yang menembus PCB dan terkena timah solder. Ada 2 bentuk resistor SMD yang sering digunakan, kotak dan silinder. Bentuk silinder hampir Serupa dengan resistor biasa hanya aja bentuknya lebih kecil dan tak mempunyai kaki, untuk tips membacanya Serupa seperti resistor biasa memakai pita warna.
Resistor SMD bentuk kotak, mempunyai beberapa teknik tips membaca kodenya. Diantaranya:
  1. Teknik 3 digit, dimana digit 1 dan 2 mewakili nilai resistansi sedang digit ketiga mewakili nilai pangkat 10. Bagaikan contoh gambar paling atas tertulis 213; terbaca 21kΩ didapat dari 21x103 = 21×1000= 21000Ω atau 21kΩ, tapi ada juga yang memakai kode ini: 2R2; terbaca 2,2Ω. Selain itu ada juga kode 068; artinya 0,068Ω. Resistor jenis ini mempunyai toleransi 5%.
  2. Teknik 4 digit, dimana digit 1, 2 dan 3 mewakili nilai resistansi sedang digit terakhir/digit 4 mewakili nilai pangkat 10. Sebagaimana teknik 3 digit Seandainya tercetak 1001; berarti 100x101 = 100×10=1000Ω atau 1kΩ. Ada juga yang tercetak R156; berarti bernilai 0,156Ω. Resistor ini mempunyai toleransi 1%.
  3. Teknik EIA-96, terdiri 3 digit hanya aja tips membacanya memerlukan tabel kode. Dimana digit 1 dan 2 merupakan kode nilai resistansi sedang digit 3 merupakan kode faktor pengali. Tabel kodenya Bagaikan berikut:

Tabel Kode Nilai Resistansi

KodeNilaiKodeNilaiKodeNilaiCodeValueCodeValueCodeValue
011001714733215493166546481681
021021815034221503246647582698
031051915435226513326748783715
041072015836232523406849984732
051102116237237533486951185750
061132216538243543577052386768
071152316939249553657153687787
081182417440255563747254988806
091212517841261573837356289825
10124261824223758392745760845
111272718743274594027559091866
121302819144280604127660492887
131332919645287614227761993909
1413730046294624327863494931
151403120547301634427964995953
161433221048309644538066596
Tabel kode Faktor Pengali

Huruf
Faktor Pengali
A
1
B atau H
10
C
100
D
1000
E
10000
F
100000
Z
0.001
Y atau R
0.01
X atau S
0.1

 

Contoh:
  • 01A = 100×1 = 100Ω
  • 38C = 243×100 = 24300Ω atau 24k3Ω
  • 95Z = 953×0.001 = 0.953Ω

Lalu untuk mengetahui dayanya (watt) bagaimana?

Caranya dengan mengukur ukuran resistor SMD Itu lalu dicocokan dengan tabel dibawah:

Jenis Ukuran
Panjang(mm)
Lebar(mm)
Daya(watt)
01005
0.4
0.2
0.031
0201
0.6
0.3
0.05
0402
1.0
0.5
0.062
0503
1.27
0.75
0.063
0603
1.6
0.8
0.1
0805
2.0
1.25
0.125
1005
2.55
1.25
0.125
1206
3.2
1.6
0.25
1210
3.2
2.6
0.5
1812
4.5
3.2
0.75
2010
5.08
2.55
0.75
2512
6.5
3.25
1.0

  Selain itu ada juga jenis resistor SMD yang nilai resistansi langsung tercetak tanpa wajib pengartian kode. Seperti gambar berikut:

Lalu untuk Resistor SMD bentuk silinder, atau MELF (Metal Electrode Leadless Face) mempunyai tips tersendiri di menentukan besar daya (watt). Caranya memakai standar MELF sendiri, yang juga dipakai Bagaikan standar penentuan daya dioda SMD.
Yakni:
  • MicroMelf (MMU) Jenis Ukuran 0102: panjang: 2.2 mm, diameter.: 1.1 mm = 0.2 to 0.3 watt
  • MiniMelf (MMA) Jenis Ukuran 0204: panjang: 3.6 mm, diameter: :1.4 mm = 0.25 to 0.4 watt
  • Melf (MMB) Jenis Ukuran 0207: panjang: 5.8 mm, diameter.: 2.2 mm = 0.4 to 1 watt
Disarikan dari berbagai sumber termasuk wikipedia.org

Incoming search terms:

Advertisement

Pictures gallery of Transistor IGBT CT40KM8H

Transistor IGBT CT40KM8H | admin | 4.5